Iklan Promosi Sulawesi

3 Tanda Serius Kekurangan Yodium yang Perlu Diwaspadai, Bisa Picu Gangguan Tiroid

Kekurangan yodium dapat menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid (gondok), hipotiroidisme, hingga gangguan perkembangan pada anak.

Sejak 1920-an, yodium ditambahkan ke dalam garam dapur untuk mencegah defisiensi. Meski kasusnya kini relatif jarang, risiko kekurangan yodium belum sepenuhnya hilang.

Profesor di Boston University School of Medicine sekaligus mantan Presiden American Thyroid Association, Elizabeth Pearce, menjelaskan bahwa yodium merupakan komponen penting hormon tiroid. Hormon ini berperan dalam metabolisme, pencernaan, hingga fungsi jantung dan saraf.

Kelompok seperti ibu hamil, vegan, vegetarian, serta mereka yang tidak mengonsumsi produk susu atau makanan laut termasuk lebih rentan mengalami kekurangan yodium.

Lalu, apa saja tanda serius yang perlu diwaspadai?

1. Gondok atau Pembesaran Kelenjar Tiroid

Tanda paling umum kekurangan yodium adalah gondok, yakni pembesaran kelenjar tiroid di leher.

Ahli diet senior di Emory Bariatric Center, Melissa Majumdar, menjelaskan bahwa ketika asupan yodium turun di bawah 100 mikrogram per hari—padahal kebutuhan rata-rata orang dewasa 150 mikrogram—tubuh akan meningkatkan produksi hormon TSH untuk merangsang tiroid. Kondisi ini dapat memicu pembesaran kelenjar.

Benjolan akibat gondok kadang terlihat jelas di bagian depan leher. Namun dokter penyakit dalam dan endokrinolog di Charleston Thyroid Center, Brittany Henderson, mengatakan dalam beberapa kasus pembesaran hanya terdeteksi lewat ultrasonografi atau CT scan.

“Terkadang, kamu tidak akan menyadarinya kecuali melalui pemeriksaan ultrasonografi atau CT scan,” kata dia, seperti disadur dari Prevention, Rabu (4/3/2026).

Selain benjolan, gejala lain dapat berupa batuk, suara serak, kesulitan bernapas, sulit menelan, hingga nyeri leher. Ini menjadi sinyal tubuh sedang berupaya keras menyeimbangkan produksi hormon tiroid akibat kurangnya yodium.

2. Hipotiroidisme atau Tiroid Kurang Aktif

Jika asupan yodium turun lebih drastis, yakni hanya sekitar 10–20 mikrogram per hari, risiko hipotiroidisme meningkat.

Hipotiroidisme terjadi ketika kelenjar tiroid tidak mampu memproduksi hormon dalam jumlah cukup. Dampaknya, berbagai fungsi tubuh melambat.

Gejalanya meliputi kelelahan berkepanjangan, kenaikan berat badan, rambut rontok, kulit kering, wajah bengkak, sembelit, denyut jantung melambat, depresi, serta sering merasa kedinginan.

“Pasien dengan hipotiroidisme biasanya memiliki setidaknya dua atau tiga gejala,” ujar Henderson.

Meski demikian, gejala tersebut tidak selalu spesifik dan bisa berkaitan dengan kondisi medis lain atau efek samping obat. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Hipotiroidisme yang tidak ditangani dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan, mengingat hormon tiroid berperan besar dalam mengatur energi dan metabolisme tubuh.

 3. Komplikasi Kehamilan dan Gangguan Perkembangan Anak

Kekurangan yodium juga berdampak serius pada kehamilan dan tumbuh kembang anak.

Mineral ini penting untuk perkembangan kelenjar tiroid janin. “Ada peningkatan kebutuhan yodium untuk perkembangan tiroid janin,” tutur Henderson.

Ibu hamil membutuhkan asupan lebih tinggi dibandingkan perempuan yang tidak hamil. Defisiensi yodium dikaitkan dengan infertilitas, keguguran, kelahiran prematur, tekanan darah tinggi saat hamil, serta pertumbuhan janin terhambat.

Bahkan, kekurangan yodium disebut sebagai penyebab utama disabilitas intelektual yang sebenarnya dapat dicegah secara global.

Bayi dan anak yang lahir dari ibu dengan defisiensi yodium berisiko memiliki IQ lebih rendah, keterlambatan bahasa dan bicara, gangguan fungsi eksekutif, hingga pertumbuhan terhambat pada kasus berat. Karena itu, kecukupan yodium selama kehamilan dan menyusui menjadi sangat krusial.

Cara Memenuhi Kebutuhan Yodium

Rekomendasi asupan yodium adalah 150 mikrogram per hari untuk pria dan wanita dewasa. Sementara ibu hamil membutuhkan 220 mikrogram, dan ibu menyusui 290 mikrogram per hari.

Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah memastikan penggunaan garam beryodium.

“Hanya sekitar setengah dari garam meja yang dijual di negara ini yang mengandung yodium. Maka dari itu, penting memeriksa label kemasan,” terang Pearce.

Sumber alami yodium antara lain makanan laut seperti kerang, lobster, tiram, dan sarden, serta susu, telur, dan beberapa jenis sayuran.

Bagi vegan atau vegetarian, konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen sangat disarankan. Pasalnya, kelebihan yodium juga dapat memicu gangguan tiroid lainnya.

Mengenali tanda-tanda serius kekurangan yodium menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan tiroid dan fungsi tubuh secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup