Iklan Promosi Sulawesi

Candi Prambanan Bersiap Sambut 35 Ribu Umat dalam Tawur Agung Nasional 2026

Adi
Perhelatan ini dirancang sebagai etalase budaya yang menonjolkan identitas lokal Jawa Tengah

Sleman — Pelataran Wisnu Mandala di Kompleks Candi Prambanan bersiap menjadi pusat perhatian nasional. Sebanyak 30.000 hingga 35.000 umat Hindu dan wisatawan diprediksi akan memadati kawasan perbatasan Klaten-Sleman tersebut untuk mengikuti upacara Tawur Agung Kesanga Nasional pada Rabu, 18 Maret 2026 mendatang.

​Ritual sakral ini diselenggarakan tepat sehari sebelum perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Selain menjadi momentum spiritual, perhelatan ini dirancang sebagai etalase budaya yang menonjolkan identitas lokal Jawa Tengah.

Tonjolkan Identitas Budaya Jawa

​Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah, Tri Wahono, menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini mengusung kekhasan tradisi Jawa. Berbeda dengan tradisi di Bali, Tawur Agung di Prambanan akan menghadirkan simbol Gunungan sebagai representasi nilai wilujengan dan keberkahan yang dibagikan kepada sesama.​”Kami mengangkat identitas asli Jawa Tengah. Gunungan akan menjadi ikon utama sebagai simbol kemakmuran dan budaya kita yang luhur,” ujar Tri Wahono dalam audiensi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Semarang, Kamis 28/2/2026.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Tawur Agung Nasional 2026, Bibit Hariadi, menjelaskan bahwa rangkaian acara sudah dimulai sejak 8 Maret. Salah satu daya tarik yang dinantikan adalah pawai enam ogoh-ogoh raksasa hasil kreativitas pemuda Jawa Tengah yang akan memeriahkan kawasan Prambanan.

Dukungan Penuh Pemerintah Provinsi

​Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan agenda nasional ini. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesakralan ritual, keamanan pengunjung, dan kelestarian situs cagar budaya Prambanan.​”Pemerintah Provinsi mendukung penuh pelaksanaan Tawur Agung Nasional ini. Fokus kami adalah memastikan acara berjalan tertib, aman, dan tetap menjaga kesakralan kawasan Candi Prambanan,” tegas Ahmad Luthfi.

​Gubernur juga dijadwalkan hadir langsung dalam upacara tersebut. Ia berharap kegiatan ini memperkuat citra Jawa Tengah sebagai daerah yang religius, inklusif, dan menjunjung tinggi toleransi.

Pesan Persaudaraan Universal

Tahun ini, Hari Suci Nyepi mengusung tema “Vasudaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga”. Pesan ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persaudaraan universal serta tanggung jawab kolektif dalam menjaga kelestarian alam.

Selain dampak spiri olehtual, membludaknya peserta yang datang dari berbagai penjuru seperti Lampung, Bali, hingga seluruh pelosok Pulau Jawa diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi positif (multiplier effect) bagi sektor pariwisata dan UMKM di sekitar wilayah Prambanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup