Dapur SPPG Ujung Bulu Caile 01 Bulukumba Kembali Salurkan Roti Tanpa Label, Diduga Roti Harga Rp 1.000
Bulukumba — Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba kembali menjadi sorotan. Program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi penerima manfaat tersebut dinilai masih sering di temukan bermasalah di lapangan dan diduga hanya berfokus pada penyaluran tanpa memperhatikan kualitas bagi penerima manfaat.
Salah satu yang disoroti adalah dapur SPPG Ujung Bulu Caile 01 yang berlokasi di Jalan Matahari, Kecamatan Ujung Bulu. Dapur SPPG tersebut disebut diduga masih menyalurkan roti tanpa label dan tanpa keterangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang dinilai berpotensi membahayakan penerima manfaat, khususnya ibu hamil dan balita.
Berdasarkan hasil investigasi di lapangan pada Jumat (06/03/2026), di beberapa titik penyaluran di Kecamatan Ujung Bulu masih ditemukan roti tanpa label. Selain itu, roti yang dibagikan juga berukuran sangat kecil dan diduga hanya bernilai sekitar Rp1.000 per buah.
Aktivis Asatu, M. Rijal, menduga berbagai temuan terkait roti dan menu lain yang dianggap bermasalah seolah dibiarkan terjadi. Ia menilai pengawasan terhadap dapur penyedia makanan belum berjalan maksimal.
“Seakan-akan program ini berjalan tanpa pengawasan di Kabupaten Bulukumba. Padahal di dapur itu ada ahli gizi dan kepala SPPG, lalu sebenarnya apa tugas mereka,” ujar M. Rijal.
Ia juga menilai koordinator wilayah (korwil) MBG di Kabupaten Bulukumba belum mampu mengambil tindakan tegas terhadap dapur yang kerap mendapat sorotan. Menurutnya, berbagai kasus yang muncul justru terkesan dibiarkan meski terdapat aturan yang tertuang dalam petunjuk teknis (juknis) yang di langgar.
Di sisi lain, M. Rijal mendesak pihak korwil MBG agar segera mengambil langkah tegas terhadap setiap temuan di lapangan dan kalau perlu tutup dapurnya. Ia menegaskan bahwa program tersebut menggunakan anggaran negara yang bersumber dari pajak masyarakat.
“Program ini bukan menggunakan uang pribadi, tetapi uang rakyat yang bersumber dari pajak,” tegasnya.
Sementara itu, koordinator wilayah MBG Kabupaten Bulukumba yang dihubungi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan terkait temuan dan keluhan yang terjadi di lapangan.
Masyarakat berharap program MBG dapat berjalan sesuai petunjuk teknis yang berlaku, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para penerima manfaat. Jika kualitas makanan yang disalurkan tidak sesuai harapan, program tersebut dinilai hanya akan menjadi pemborosan anggaran tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat.







