Luhut Ingatkan Indonesia Tak Perlu Ikut Memusuhi Iran di Tengah Konflik Timur Tengah
JAKARTA – Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengingatkan agar Indonesia tidak ikut memusuhi Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat. 06/03/2026
Pernyataan tersebut disampaikan Luhut pada Kamis, 5 Maret 2026, saat menanggapi dinamika konflik yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global, khususnya sektor energi. Ia menilai tidak ada keuntungan bagi Indonesia jika ikut terlibat dalam permusuhan dengan Iran.
Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara non-blok harus tetap dijaga dalam merespons berbagai konflik internasional. Sikap yang terlalu berpihak dikhawatirkan dapat memicu dampak ekonomi, terutama jika situasi di Timur Tengah semakin memanas.
Luhut juga menyinggung potensi dampak konflik terhadap jalur perdagangan energi dunia, khususnya Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur utama distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk ke berbagai negara. Jika jalur tersebut terganggu, Indonesia sebagai negara yang masih mengimpor energi berpotensi merasakan dampaknya.
Selain itu, ia menilai konflik yang terjadi antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat tidak akan mudah mereda dalam waktu singkat. Beberapa peristiwa yang terjadi belakangan ini menunjukkan eskalasi ketegangan yang cukup tinggi di kawasan tersebut.






