Iklan Promosi Sulawesi

Jejak Operasi AS-Israel Tewaskan Khamenei di Teheran: Intelijen CIA-Mossad hingga Serangan Jet Tempur

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu — tokoh utama dalam operasi militer yang menewaskan Khamenei.

Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, disebut dipicu oleh operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dirancang dalam waktu singkat namun presisi. Informasi intelijen yang memastikan keberadaannya dalam sebuah pertemuan tertutup menjadi kunci utama serangan tersebut.

Seorang pejabat Amerika yang mengetahui perencanaan operasi itu mengatakan kepada Reuters bahwa konfirmasi Khamenei tengah bertemu para penasihat utamanya memicu langkah cepat militer AS-Israel. Operasi dirancang dengan prinsip serangan pertama dan segera demi menjaga unsur kejutan.

Ada kekhawatiran Khamenei akan menghilang ke jaringan fasilitas bawah tanah Iran jika mendapat peringatan lebih awal. Karena itu, kecepatan menjadi faktor penentu dalam eksekusi serangan.

Awalnya, sumber AS memperkirakan pertemuan digelar Sabtu malam di Teheran. Namun badan intelijen Israel, Mossad, mendeteksi agenda tersebut dimajukan menjadi Sabtu pagi, memaksa komandan militer AS dan Israel mempercepat jadwal operasi.

Lokasi pasti pertemuan tidak diungkapkan. Namun perubahan waktu itu menjadi momentum krusial dalam keputusan serangan.

Jejak Intelijen hingga Eksekusi

Laporan lain dari The New York Times menyebut Central Intelligence Agency (CIA) telah melacak pergerakan Khamenei selama berbulan-bulan. Badan tersebut mengetahui adanya pertemuan pejabat senior Iran di kompleks kepemimpinan di pusat Teheran pada Sabtu pagi.

Washington dan Tel Aviv awalnya berencana menyerang pada malam hari. Namun setelah menerima intelijen terbaru yang mengonfirmasi waktu dan lokasi pertemuan, operasi dimajukan.

Amerika Serikat kemudian membagikan informasi itu kepada Israel. Serangan dimulai sekitar pukul 06.00 waktu Israel.

Sekitar dua jam setelah operasi dimulai, rudal jarak jauh yang ditembakkan jet Angkatan Udara Israel menghantam kompleks di Teheran. Para pejabat keamanan nasional Iran dilaporkan berkumpul di satu gedung, sementara Khamenei berada di bangunan terdekat.

The Wall Street Journal melaporkan sekitar 30 bom dijatuhkan di kompleks tersebut selama serangan berlangsung.

 Ali Larijani Selamat

Pada tahap awal operasi, kompleks keamanan tinggi Khamenei dihantam. Citra satelit kemudian mengonfirmasi kehancuran area tersebut, menandai titik balik dramatis dalam pemerintahan ulama Iran selama 46 tahun.

Israel menyatakan Khamenei tewas bersama sejumlah tokoh senior, termasuk Ali Shamkhani dan Mohammad Pakpour.

Dua sumber Iran kepada Reuters menyebut Khamenei sempat bertemu Shamkhani dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi saat ini, Ali Larijani, sebelum serangan dimulai.

“Para prajurit pemberani dan bangsa Iran yang hebat akan memberi pelajaran yang tak terlupakan kepada para penindas internasional,” kata Larijani dalam sebuah pernyataan, bersumpah akan membalas dendam.

Khamenei, penerus pendiri Republik Islam Iran Ruhollah Khomeini, memimpin sejak 1989. Ia membangun warisan politiknya di atas sikap penentangan terhadap pengaruh Barat serta perlawanan terhadap Israel dan Amerika Serikat.

Beberapa jam setelah kematiannya, televisi pemerintah Iran menayangkan rekaman arsip dengan latar spanduk hitam. Media resmi menyebut peristiwa itu sebagai “kemartiran Sang Penjaga”, membingkainya sebagai pengorbanan demi kedaulatan nasional.

Akun resmi berbahasa Persia yang terkait dengan Khamenei memposting ayat Al-Quran di platform X selepas tengah malam. Tasnim News Agency melaporkan ia dibunuh di tempat kerjanya pada dini hari Minggu.

Media Iran juga melaporkan putrinya, menantu laki-lakinya, dan cucunya turut tewas dalam serangan tersebut. Insiden itu segera memicu ketegangan di Timur Tengah dan meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas.

Beberapa jam sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menulis di platform Truth Social miliknya: “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati.”

Iran sendiri sebelumnya tengah menghadapi gejolak internal. Bulan lalu, protes akibat lonjakan inflasi mengguncang sejumlah kota dan dilaporkan direspons dengan kekerasan oleh aparat.

Kini, dengan pemimpin tertinggi dan sejumlah komandan senior terbunuh, Republik Islam menghadapi ketidakpastian paling mendalam sejak 1989.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup