Iklan Promosi Sulawesi

Program MBG Disorot Asatu, Diduga Minim Gizi Dan Protein Hewani

Menu MBG Di duga minim kandungan gizi dan kurang protein hewani

Bulukumba — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik datang dari aktivis Asatu yang menilai menu makanan yang sempat tersalurkan di sejumlah titik di Kecamatan Gantarang pada 27 Februari 2026 diduga minim kandungan gizi dan kurang protein hewani. 28/02/2026

Sorotan tersebut mencuat setelah ditemukannya sejumlah menu seperti buah salak, roti, kacang goreng, serta gorengan kentang yang diduga tidak mengandung protein hewani yang layak untuk menunjang pertumbuhan anak-anak sekolah. M. Rijal menilai menu tersebut tidak sesuai dengan standar gizi yang diharapkan dalam program MBG.

Menurut M. Rijal, makanan yang disalurkan seharusnya mengedepankan kualitas, terutama kandungan gizi dan protein hewani yang dibutuhkan anak-anak dalam masa pertumbuhan. Namun, menu yang ditemukan di lapangan diduga belum memenuhi unsur tersebut.

Selain persoalan kandungan gizi, M. Rijal juga menyoroti roti yang tersalurkan yang tidak memiliki label halal maupun izin edar dari BPOM yang tertera pada kemasannya. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait standar keamanan dan kelayakan produk yang dibagikan kepada siswa.

Tak hanya itu, M. Rijal juga menduga adanya potensi Mark Up anggaran dalam penyaluran menu pada 27 Februari 2026 di Kecamatan Gantarang. Mereka mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera melakukan audit terhadap dapur penyedia guna memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran.

Masyarakat berharap program MBG benar-benar menghadirkan makanan yang berkualitas bagi anak-anak mereka. Warga menilai, jika makanan yang disalurkan tidak memenuhi standar gizi dan tidak mengandung protein hewani yang memadai, maka hal tersebut dinilai menyimpang dari standar operasional prosedur (SOP) program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup