Iklan Promosi Sulawesi

Trump Isyaratkan Kuba Jadi Target Berikutnya Setelah Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi pernyataan yang menyinggung kemungkinan langkah kebijakan baru terhadap Kuba setelah konflik dengan Iran.

Presiden Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan langkah baru terhadap Kuba setelah konflik dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan saat Trump menghadiri acara di Gedung Putih bersama klub sepak bola Inter Miami CF, juara Major League Soccer 2025.

“Apa yang terjadi dengan Kuba sungguh luar biasa,” kata Trump dalam acara tersebut yang juga dihadiri bintang sepak bola dunia Lionel Messi, Jumat (6/3/2026).

Trump menegaskan bahwa pemerintahannya saat ini masih fokus menyelesaikan konflik yang berlangsung di Iran. Namun ia memberi sinyal bahwa perhatian terhadap Kuba bisa menjadi agenda berikutnya.

“Kami pikir kami ingin memperbaiki, menyelesaikan yang ini (Iran) terlebih dahulu,” ujarnya.

“Tetapi itu hanya masalah waktu sebelum Anda dan banyak orang luar biasa akan kembali ke Kuba,” lanjutnya. [BSS]

Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan langkah besar lain dalam kebijakan luar negeri, khususnya di kawasan Amerika Latin.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga memuji kinerja Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Rubio sendiri merupakan politisi keturunan Kuba yang orang tuanya beremigrasi ke Amerika Serikat pada 1956.

“Dan Anda telah melakukan pekerjaan yang fantastis di tempat bernama Kuba,” kata Trump yang disambut tepuk tangan para tamu.

Sebelumnya, spekulasi mengenai kemungkinan tekanan terhadap Kuba juga disampaikan oleh Senator Partai Republik Lindsey Graham. Dalam wawancara dengan Fox News, ia menyebut Kuba bisa menjadi fokus berikutnya setelah Iran.

“Kuba selanjutnya. Mereka akan mengikuti jejak kediktatoran komunis di Kuba. Hari-hari mereka sudah dihitung,” kata Graham.

Trump sendiri sebelumnya juga pernah menyinggung kemungkinan perubahan rezim di Kuba dalam wawancara dengan Politico. Ia bahkan menyatakan bahwa pemerintahannya telah menekan ekonomi Kuba dengan memutus pasokan penting dari luar negeri.

“Kami memutus semua minyak, semua uang, atau kami memutus semua yang masuk dari Venezuela, yang merupakan satu-satunya sumber. Dan mereka ingin membuat kesepakatan,” kata Trump.

“Kami sedang berbicara dengan Kuba,” klaimnya.

Pernyataan tersebut kembali memanaskan dinamika geopolitik di kawasan, terutama di tengah tekanan ekonomi yang sedang dihadapi Kuba akibat blokade energi dan sanksi dari Amerika Serikat. [BSS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup