Pelabuhan Bira Siap Sambut Arus Mudik Lebaran 2026, Lima Kapal Disiagakan
Bulukumba — Pelabuhan Bira di Kabupaten Bulukumba mulai mempersiapkan diri menghadapi lonjakan penumpang pada arus mudik Idulfitri 2026. Berbagai langkah dilakukan untuk memastikan pelayanan penyeberangan berjalan lancar, mulai dari pembentukan posko terpadu hingga menyiagakan armada kapal tambahan.
Unit Pelaksana Teknis (UPT) ASDP Pelabuhan Bira menyatakan seluruh persiapan terus dimatangkan menjelang musim mudik. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang dan kendaraan yang akan menyeberang.
Kepala UPT ASDP Bira Bulukumba, Edisa Ade, mengatakan pihaknya telah menggelar apel bersama sebagai tanda dimulainya posko terpadu pelayanan angkutan Lebaran. Posko tersebut akan beroperasi selama 21 hari ke depan.
“Untuk kesiapan, tadi kami sudah apel bersama untuk pembukaan posko Lebaran. Posko ini merupakan posko terpadu yang melibatkan berbagai instansi,” ujar Edisa.
Ia menjelaskan, sejumlah instansi turut terlibat dalam posko tersebut. Di antaranya UPT Dinas Perhubungan Provinsi, Dinas Perhubungan Kabupaten, TNI AL, Polairud, UPP Bulukumba, PT ASDP, Polres Bulukumba, serta Kodim Bulukumba.
Kolaborasi lintas instansi ini dilakukan untuk memastikan kelancaran pelayanan serta keamanan selama masa arus mudik maupun arus balik Lebaran.
Dari sisi sarana dan prasarana, pihak pelabuhan juga akan memaksimalkan seluruh fasilitas yang tersedia. Termasuk memastikan kebersihan area pelabuhan seperti musala, toilet, dan terminal penumpang tetap terjaga.
Untuk layanan penyeberangan, ASDP menyiapkan lima kapal. Dua kapal akan beroperasi secara reguler yakni KMP Balibo dan KMP Kormomolin.
Sementara tiga kapal perintis disiagakan sebagai armada cadangan, yaitu KMP Bontoharu, KMP Takabonerate, dan KMP Sangke Palangga.
Edisa menjelaskan, jumlah perjalanan kapal atau trip akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Saat ini jadwal penyeberangan masih tiga trip per hari dan bersifat insidentil.
“Tentu akan disesuaikan dengan kondisi. Kalau misalnya padat, pasti kita tambah trip,” katanya.
Berdasarkan proyeksi, jumlah penumpang selama arus mudik dan arus balik tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 25 ribu hingga 30 ribu orang. Sementara jumlah kendaraan diperkirakan sekitar 6.500 unit.
Dari total kendaraan tersebut, sekitar 2.000 unit merupakan sepeda motor, sedangkan sisanya kendaraan roda empat.
Untuk puncak kepadatan penumpang, Pelabuhan Bira diproyeksikan terjadi pada H-3 dan H+3 Lebaran. Pola ini diperkirakan sama seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Edisa juga menilai sistem pemesanan tiket secara daring sangat membantu mengurangi antrean di pelabuhan. Penumpang kini dapat mengetahui jadwal keberangkatan masing-masing sehingga potensi penumpukan bisa ditekan.
“Sekarang pemesanan tiket sudah lewat online, itu sangat membantu sekali karena penumpang sudah tahu jadwalnya masing-masing,” ujarnya.
Meski demikian, potensi kendala tetap ada, terutama faktor cuaca. Kondisi cuaca buruk dapat memengaruhi jadwal penyeberangan kapal.
Jika hal tersebut terjadi, keberangkatan kapal bisa ditunda dan berpotensi menyebabkan penumpukan penumpang di area pelabuhan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program mudik gratis yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk Kabupaten Bulukumba disiapkan tiga bus, sementara Kabupaten Kepulauan Selayar juga mendapat tiga bus.
Program mudik gratis tingkat provinsi tersebut dijadwalkan akan dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan pada 16 Maret mendatang.




