Iklan Promosi Sulawesi

ASDP Siapkan 5 Kapal Layani Mudik Selayar–Bulukumba 2026, Trip Penyeberangan Akan Ditambah

Kapal feri milik ASDP melayani penyeberangan rute Pelabuhan Bira di Kabupaten Bulukumba menuju Pelabuhan Pamatata di Kabupaten Kepulauan Selayar saat arus mudik Lebaran.

Selayar — PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Selayar, Sulawesi Selatan, menyiapkan lima kapal guna melayani arus mudik Lebaran 2026 di lintasan Pelabuhan Pamatata, Kabupaten Kepulauan Selayar, menuju Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba.

General Manager ASDP Cabang Selayar, Fauzie Akhmad, mengatakan dua kapal utama akan dioperasikan secara rutin pada rute tersebut. Kedua kapal itu adalah KMP Balibo dan KMP Kormomolin.

“Untuk kapal, ASDP mendedikasikan dua kapal, yaitu KMP Balibo sama KMP Kormomolin. Kemudian, kita mencadangkan perbantuan nanti tiga kapal secara bergantian. Itu ada KMP Bontoharu, KMP Takabonerate, dan KMP Sangke Palangga,” ujar Fauzie Akhmad, Sabtu (14/3/2026).

Selain dua kapal utama, ASDP juga menyiapkan tiga kapal tambahan sebagai armada perbantuan saat puncak arus mudik. Kapal tersebut adalah KMP Bontoharu, KMP Takabonerate, dan KMP Sangke Palangga.

Fauzie menjelaskan, ketiga kapal tersebut merupakan kapal perintis yang akan membantu operasional di lintasan Bira–Pamatata. Jalur penyeberangan ini termasuk dalam kategori pantauan nasional selama periode mudik.

“Di mana kapal-kapal tersebut merupakan kapal perintis. Jadi nanti akan kami upayakan pada saat peak season kapal-kapal tersebut secara bergantian tetap membantu di lintasan Bira-Pamatata, karena Bira-Pamatata kan pantauan nasional,” jelasnya.

Selain menambah armada, ASDP juga akan meningkatkan frekuensi perjalanan kapal. Jika biasanya hanya dua hingga tiga trip per hari, jumlah perjalanan bisa meningkat hingga tujuh trip saat puncak arus mudik.

“Kemudian dari sisi trip tentunya kami juga akan menambah trip. Di mana yang biasanya dua atau tiga trip per hari. Ini akan kami upayakan karena data sebelumnya itu sampai tujuh trip. Intinya kami akan menambah trip sesuai kondisi penumpang,” kata Fauzie.

Ia menambahkan, sistem operasional kapal akan dibuat lebih fleksibel. Kapal tidak hanya berangkat sesuai jadwal, tetapi juga dapat langsung berlayar setelah proses bongkar muat selesai dan kapasitas penumpang terpenuhi.

“Yang jelas nanti prosesnya akan sistemnya bongkar, muat, berangkat. Jadi kami tidak akan hanya sesuai jadwal, bahkan kami akan lebih cepat lagi ketika selesai bongkar, muat, penuh, berangkat lagi,” ujarnya.

ASDP juga menyiapkan skema khusus untuk kendaraan roda dua apabila jumlahnya meningkat signifikan selama mudik. Dalam kondisi tertentu, satu kapal akan dikhususkan untuk mengangkut sepeda motor.

“Kalau misalkan kendaraan roda dua atau motor nanti akan banyak, kami akan memprioritaskan motor untuk berangkat dalam satu kapal. Jadi satu kapal tidak akan kami campur, tapi khusus motor semua,” jelasnya.

Menurut Fauzie, skema tersebut sebelumnya sudah diterapkan pada musim mudik tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, periode arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini diperkirakan berlangsung selama dua pekan. Masa tersebut dihitung mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

“Kalau sesuai dengan surat keputusan direksi kami, itu dimulai dari hari ini H-7 sampai dengan H+7, atau tanggal 14 Maret sampai dengan 29 Maret,” ungkapnya.

ASDP juga memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan dibandingkan tahun lalu. Kenaikan jumlah penumpang diprediksi sekitar lima persen, sementara kendaraan diperkirakan meningkat hingga tujuh persen.

“Kalau kenaikan kami mengasumsikan kurang lebih lima persen dibandingkan tahun lalu. Kalau kendaraan kurang lebih tujuh persen. Kami menyesuaikan dengan prediksi kantor pusat maupun dari Kemenhub,” pungkas Fauzie.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup