RAF tembak jatuh dua drone, HMS Prince of Wales batal ke Teluk
Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan jet tempur Royal Air Force (RAF) berhasil menembak jatuh dua drone tambahan di kawasan Timur Tengah.
Seperti dikutip BBC, dua drone tersebut dihancurkan oleh jet tempur Eurofighter Typhoon, masing-masing satu di atas wilayah Jordan dan satu lagi yang sedang menuju Bahrain.
Healey juga mengonfirmasi bahwa kapal perang HMS Dragon akan berlayar menuju Mediterania Timur dalam beberapa hari ke depan sebagai bagian dari penguatan kehadiran militer Inggris di kawasan.
Sementara itu, kapal induk HMS Prince of Wales yang sebelumnya disiagakan tinggi kini kecil kemungkinan akan dikerahkan ke Timur Tengah untuk melindungi kepentingan Inggris.
Kapal tersebut sebelumnya ditempatkan dalam status kesiapan tinggi pada Sabtu, yang berarti dapat berlayar dalam waktu lima hari jika pemerintah memberi perintah pengerahan.
Langkah tersebut sempat memicu spekulasi bahwa kapal induk itu akan dikirim ke wilayah Mediterania untuk melindungi pangkalan militer Inggris di Cyprus dari potensi serangan drone dan rudal Iran.
Namun sumber pemerintah kini menyebut kapal induk tersebut kemungkinan akan tetap menjalankan rencana awal menuju kawasan Arktik guna mengikuti latihan militer NATO yang telah dijadwalkan sebelumnya.
Spekulasi mengenai pengerahan kapal induk itu sempat memicu reaksi dari Presiden AS Donald Trump. Melalui platform Truth Social, ia menyatakan Amerika Serikat tidak lagi membutuhkan bantuan kapal induk Inggris dalam konflik tersebut.
Di sisi lain, pemerintah Inggris sebelumnya tidak mengizinkan pangkalan militernya digunakan dalam serangan awal Amerika Serikat terhadap Iran, namun kemudian memberikan izin untuk penggunaan pangkalan bagi operasi pertahanan menghadapi serangan rudal Iran.
Ketegangan meningkat setelah sebuah drone kecil menyerang landasan pacu pangkalan udara RAF Akrotiri di Siprus pekan lalu. Kementerian Pertahanan Inggris menyebut insiden tersebut hanya menyebabkan kerusakan kecil.
Menurut Healey, drone tersebut diduga berasal dari Lebanon atau Iraq, dan puing-puingnya kini sedang dianalisis untuk mengidentifikasi kemungkinan komponen militer asing.
Sebagai respons atas meningkatnya ancaman, pemerintah Inggris telah memperkuat kehadiran militernya di kawasan sejak awal tahun, termasuk mengerahkan jet tempur Typhoon, pesawat tempur F-35, sistem pertahanan udara, serta tambahan sekitar 400 personel militer ke Siprus. (DK).







