HMI Bulukumba Bantah Tudingan Terima Setoran Tambang, Ultimatum Polisi Usut Pemilik Akun TikTok
LoBulukumba — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bulukumba membantah keras tuduhan yang beredar di media sosial terkait dugaan penerimaan setoran atau bantuan dari aktivitas tambang di wilayah Bulukumba.
Tuduhan tersebut mencuat melalui unggahan di platform TikTok oleh akun “Viral Bulukumba” yang disebut dikelola oleh akun anonim. Narasi tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan publik.
Ketua Bidang PTKP HMI Cabang Bulukumba, Alam Nur, menegaskan bahwa informasi yang disebarkan tidak benar dan tidak memiliki dasar.
“Kami tegaskan bahwa apa yang ditulis dan disebarluaskan akun tersebut tidak benar,” ujar Alam.
Ia menilai narasi tersebut tidak hanya menyesatkan, tetapi juga mencederai nama baik organisasi yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan kemahasiswaan.
HMI pun mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Bulukumba, untuk segera mengambil tindakan. Mereka meminta agar Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) mengusut pengelola akun yang menyebarkan informasi tersebut, sekaligus menertibkan seluruh aktivitas tambang ilegal di wilayah hukum Bulukumba.
Secara tegas, HMI meminta Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) bersama Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) untuk menutup tambang ilegal yang masih beroperasi serta mengungkap pihak di balik penyebaran isu tersebut.
Sebagai bentuk keseriusan, HMI Cabang Bulukumba memberikan ultimatum kepada pihak kepolisian untuk segera mengambil langkah konkret dalam waktu 1×24 jam. Jika tidak ada tindakan, mereka mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Bulukumba.
“Kami akan turun aksi jika tidak ada tindakan tegas dari pihak kepolisian,” tegas Alam.
Sementara itu, H. Emmang, salah satu pihak yang turut disebut dalam narasi akun tersebut, juga membantah keras tudingan yang diarahkan kepadanya. Ia menegaskan tidak pernah melakukan praktik setoran kepada pihak mana pun, termasuk lembaga kemahasiswaan.
“Saya tidak pernah menyebut nama lembaga, apalagi melakukan setoran,” tegasnya.
Ia mengaku keberatan atas tuduhan yang dinilai mencemarkan nama baiknya dan berharap aparat kepolisian segera mengungkap identitas pemilik akun yang telah menyeret namanya dalam polemik tersebut.
Polemik ini menjadi lanjutan dari isu dugaan aliran dana tambang ilegal yang beredar di media sosial. Sejumlah pihak kini menyampaikan bantahan dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut sumber penyebaran informasi yang dinilai tidak berdasar tersebut.




