Hujan Es Sebesar Kelereng Guyur Desa Mattirowalie Bulukumba, Warga Sempat Terkejut
BULUKUMBA – Fenomena cuaca tak biasa terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Hujan es berukuran sebesar kelereng dilaporkan mengguyur Desa Mattirowalie, Kecamatan Gantarang, pada Senin siang, 16 Maret 2026.
Peristiwa tersebut mengejutkan warga karena butiran es turun bersamaan dengan hujan lebat dan angin kencang. Suara benturan es yang mengenai atap rumah dan halaman terdengar jelas selama kejadian berlangsung.
Hujan Es Turun Sekitar 30 Menit
Hujan es terjadi sekitar pukul 13.00 Wita dan berlangsung kurang lebih 30 menit. Saat itu, kondisi langit yang semula cerah mendadak berubah gelap disertai hujan deras.
Butiran es yang jatuh memantul di atap rumah, halaman, serta permukaan keras lainnya. Suara ketukan kecil yang dihasilkan dari benturan es dengan permukaan benda membuat suasana terasa tidak biasa bagi warga setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Bulukumba, Andi Hasbullah, mengatakan ukuran butiran es yang turun cukup besar.
“Itu kayak kelereng,” ujarnya, menggambarkan ukuran es yang jatuh bersama hujan.
Warga Rekam Fenomena Langka
Selama hujan es berlangsung, sebagian warga memilih berteduh di dalam rumah. Namun, tidak sedikit pula yang mengabadikan momen langka tersebut menggunakan ponsel.
Sejumlah video dan foto yang beredar di media sosial memperlihatkan butiran es memenuhi halaman rumah warga. Es tersebut terlihat memantul di permukaan tanah sebelum perlahan mencair karena suhu lingkungan.
Fenomena ini menjadi perhatian warga karena jarang terjadi di wilayah tersebut.
Tidak Ada Kerusakan atau Korban
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, BPBD Bulukumba memastikan tidak ada laporan kerusakan akibat hujan es tersebut.
Rumah warga maupun fasilitas umum dilaporkan tetap dalam kondisi aman. Hingga saat ini, juga tidak ditemukan adanya korban luka terkait peristiwa tersebut.
Fenomena yang Umumnya Terjadi Saat Peralihan Musim
Menurut BPBD, hujan es sebenarnya bukan fenomena yang sepenuhnya asing di beberapa wilayah Indonesia. Peristiwa ini biasanya terjadi ketika kondisi atmosfer sedang tidak stabil, terutama pada masa peralihan musim.
Badan meteorologi dunia, seperti World Meteorological Organization, menjelaskan bahwa hujan es terbentuk di dalam awan badai ketika arus udara kuat membawa tetesan air ke lapisan udara yang sangat dingin hingga membeku.
Media internasional seperti Reuters dan BBC News juga menjelaskan bahwa butiran es akan terus membesar saat naik turun di dalam awan sebelum akhirnya jatuh ke permukaan bumi bersama hujan.
Di Indonesia, kondisi atmosfer seperti ini sering muncul saat perubahan musim hujan menuju kemarau atau sebaliknya.
Hanya Terjadi di Satu Wilayah
Sejauh ini, laporan kejadian hujan es hanya berasal dari Desa Mattirowalie di Kecamatan Gantarang.
Wilayah lain di Kabupaten Bulukumba belum melaporkan adanya fenomena serupa pada waktu yang sama. Hal ini menjadikan peristiwa tersebut sebagai kejadian cuaca lokal yang terjadi dalam waktu singkat.
Bagi warga yang menyaksikannya secara langsung, hujan es siang itu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Suara butiran es di atap rumah dan halaman meninggalkan cerita tersendiri tentang bagaimana alam terkadang menghadirkan kejadian tak terduga di tengah aktivitas sehari-hari.




