Samsung Sebut Galaxy S26 Akhiri Era Tap dan Scroll, Buka Standar Baru Ponsel AI
Samsung terus mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan pada perangkat mobile. Melalui Galaxy S26 Series, perusahaan tersebut menghadirkan konsep ponsel berbasis AI yang diklaim akan mengubah cara pengguna berinteraksi dengan smartphone.
President of Samsung Electronics Indonesia, Harry Lee, mengatakan evolusi smartphone kini memasuki fase baru. Menurutnya, kecerdasan buatan tidak lagi sekadar fitur tambahan, melainkan menjadi inti dari pengalaman pengguna.
“Era smartphone sebelumnya ditandai oleh interaksi tap dan scroll yang serba manual, di mana pengguna harus melalui banyak langkah untuk mencapai hasil yang diinginkan,” kata Harry Lee kepada detikINET.
Ia menjelaskan, perubahan arah ini sebenarnya telah dimulai sejak peluncuran Galaxy S24 Series yang memperkenalkan teknologi Galaxy AI. Kini, melalui Galaxy S26 Series, Samsung mengembangkan pendekatan tersebut menjadi lebih maju.
“Dengan Galaxy S26 Series, pengalaman AI menjadi benar-benar proaktif dan adaptif. Inilah momentum yang tepat untuk menetapkan standar baru di industri,” ujarnya.
AI Phone yang Lebih Proaktif
Harry Lee menegaskan bahwa konsep AI Phone yang diusung Samsung bukan hanya soal menambahkan fitur kecerdasan buatan di dalam perangkat. Lebih dari itu, smartphone dirancang untuk memahami tujuan pengguna dan membantu mewujudkannya secara lebih cepat.
“Model yang sebelumnya berbasis aplikasi kini berkembang menuju era personalized agent. Interaksi sentuhan diperkuat dengan kemampuan multimodal yang lebih seamless,” jelasnya.
Dengan pendekatan tersebut, smartphone tidak lagi sekadar menunggu perintah dari pengguna. Perangkat kini mampu memahami konteks dan memberikan bantuan secara lebih otomatis.
Harry Lee menyebut langkah ini sebagai bagian dari menuju era agentic AI, yakni kecerdasan buatan yang dapat bertindak lebih mandiri untuk membantu pengguna mencapai tujuan mereka.
“Interaksi tidak lagi hanya berbasis perintah, melainkan bantuan otomatis yang berfokus pada tujuan. Hasilnya, keseharian menjadi jauh lebih mudah,” tambahnya.
Galaxy S26 Jadi Katalis AI di Indonesia
Samsung juga melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam percepatan adopsi teknologi AI pada smartphone.
Menurut Harry Lee, kehadiran Galaxy S26 Series diharapkan dapat menjadi katalis yang mendorong transisi menuju era ponsel AI di Tanah Air.
“Galaxy S26 Series menjadi katalis penting dalam transisi ini, khususnya di pasar Indonesia yang merupakan salah satu wilayah dengan adopsi teknologi tercepat bagi Samsung,” ujarnya.
Untuk mendukung pengalaman tersebut, Samsung membekali Galaxy S26 dengan chipset khusus yang telah dioptimalkan untuk pemrosesan AI langsung di perangkat.
Selain itu, Samsung juga memanfaatkan pusat riset dan pengembangan lokal untuk mengoptimalkan teknologi Galaxy AI agar lebih relevan dengan kebutuhan pengguna di Indonesia.
“Kami memastikan tujuan yang kompleks dapat diwujudkan menjadi hasil yang lebih mudah dicapai. Kami memberdayakan pengguna dan AI mereka untuk mencapai lebih banyak hal dengan lebih baik, lebih mudah, dan lebih cepat,” kata Harry Lee.
Menuju Masa Depan Smartphone Berbasis AI
Melalui pendekatan tersebut, Samsung berharap Galaxy S26 Series dapat menjadi tonggak baru dalam evolusi smartphone.
Perusahaan menilai masa depan ponsel pintar akan semakin bergantung pada kecerdasan buatan yang personal, kontekstual, dan mampu memahami kebutuhan pengguna secara lebih mendalam.
“Galaxy S26 Series merupakan langkah awal menuju masa depan agentic AI, di mana teknologi benar-benar bekerja untuk membantu pengguna mencapai tujuan mereka,” pungkas Harry Lee.






