Iklan Promosi Sulawesi

Aktivis Asatu Soroti Kinerja Korwil MBG Bulukumba, Dinilai Tidak Responsif Terhadap Dugaan Pelanggaran Di Dapur SPPG

Adi
Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Bulukumba Diduga Bungkam

Bulukumba – Sejumlah persoalan yang mencuat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba kembali menjadi sorotan publik. Aktivis Asatu Bulukumba menilai Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Bulukumba belum menunjukkan langkah konkret dalam menindaklanjuti berbagai dugaan pelanggaran yang terjadi di lapangan.

Sorotan tersebut muncul setelah terbitnya pemberitaan pada 29 April 2026 terkait dugaan sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memanfaatkan dokumen sertifikasi milik perusahaan lain untuk kepentingan administrasi. Hingga kini, belum terlihat adanya tindakan maupun klarifikasi resmi dari pihak Korwil MBG Bulukumba terkait persoalan tersebut.

Selain itu, pemberitaan sebelumnya, sejumlah dapur SPPG di Bulukumba diduga menggunakan bahan baku tahu dan tempe yang berasal dari produsen yang belum memiliki sertifikat higienis maupun sertifikat halal.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius mengingat Program MBG menyasar peserta didik dan berkaitan langsung dengan aspek kesehatan serta keamanan pangan.

Aktivis Asatu Akbar menilai lambannya respons terhadap berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh Korwil MBG Bulukumba.

Mereka bahkan menduga keberadaan Korwil MBG Bulukumba hanya menjadi pelengkap struktur dalam pelaksanaan program MBG tanpa menjalankan fungsi pengawasan secara optimal.

“Kami mempertanyakan sejauh mana peran dan tanggung jawab Korwil MBG Bulukumba dalam memastikan seluruh dapur SPPG mematuhi ketentuan yang berlaku,” ujar Akbar

Menurut Akbar, pengawasan yang maksimal sangat diperlukan agar pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan, terutama dalam menjamin kualitas, keamanan, dan kelayakan pangan yang diterima para peserta didik dan B3.

Hingga berita ini diterbitkan, Korwil MBG Bulukumba yang telah dihubungi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi terkait berbagai persoalan yang menjadi sorotan tersebut.

Aktivis Asatu Akbar berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Bulukumba. Mereka menilai evaluasi tersebut penting untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan serta menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

Selain itu, Akbar mengusulkan adanya pergantian Korwil MBG Bulukumba sebagai bagian dari upaya pembenahan dan peningkatan pengawasan dalam pelaksanaan program tersebut.

Masyarakat pun berharap pihak-pihak yang memiliki kewenangan dapat memberikan perhatian terhadap berbagai temuan yang muncul agar Program MBG dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan tujuan utamanya dalam meningkatkan gizi peserta didik dan B3.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup