Iklan Promosi Sulawesi

Dapur SPPG Ujungbulu Tanahkonkong Disorot, Diduga Jadikan Mitra sebagai Pemasok dan Berada Dekat Lokasi Pemotongan Ayam

Adi
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungbulu Tanahkonkong, Kabupaten Bulukumba tidak memberdayakan UMKM sekitar dapur

Bulukumba – Salah satu dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujungbulu Tanahkonkong, Kabupaten Bulukumba, mendapat sorotan dari Aktivis Asatu, M. Rijal. Ia mempertanyakan mekanisme pengadaan bahan baku ayam yang diduga belum melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi dapur. 11/07/2026

M. Rijal mengaku telah melakukan penelusuran langsung di lapangan. Berdasarkan keterangan salah seorang pemilik usaha pemotongan ayam yang berada tidak jauh dari lokasi dapur MBG, diketahui bahwa sejak dapur mulai beroperasi, pihak dapur hanya melakukan pembelian ayam sebanyak satu hingga dua kali. Setelah itu, kebutuhan ayam diduga dipasok sendiri oleh pihak pengelola dapur.

Menurut Rijal, kondisi tersebut patut menjadi perhatian karena keberadaan pelaku usaha lokal semestinya dapat diberdayakan sebagai bagian dari rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis. Ia menilai program pemerintah tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar lokasi pelaksanaan.

“Kalau di sekitar dapur sudah ada pelaku usaha pemotongan ayam yang mampu memenuhi kebutuhan, seharusnya mereka diprioritaskan. Program ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal,” ujarnya.

Selain menyoroti aspek pemberdayaan UMKM, Rijal juga mempertanyakan standar higienitas dan keamanan pangan dalam proses pengadaan bahan baku ayam. Ia menilai distribusi ayam dari lokasi yang lebih jauh dibandingkan sumber pasokan yang tersedia di sekitar dapur perlu mendapat perhatian, khususnya terkait penerapan rantai dingin (cold chain) agar kualitas dan kesegaran bahan baku tetap terjaga.

Menurutnya, seluruh proses mulai dari pengadaan, penyimpanan, distribusi hingga pengolahan bahan pangan harus memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku, mengingat makanan tersebut dikonsumsi oleh anak-anak sekolah setiap hari.

“Karena makanan ini dikonsumsi oleh anak-anak sekolah, maka seluruh proses pengadaan dan pengolahan bahan pangan harus memenuhi standar kebersihan dan keamanan yang ketat. Jangan sampai ada celah yang berpotensi membahayakan kesehatan penerima manfaat,” tegasnya.

Ia pun mendorong instansi terkait serta Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Bulukumba untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengadaan bahan baku, sistem distribusi, serta penerapan standar higiene dan sanitasi di dapur MBG SPPG Ujungbulu Tanahkonkong.

Menurutnya, evaluasi tersebut penting untuk memastikan seluruh operasional dapur berjalan sesuai dengan ketentuan Program Makan Bergizi Gratis yang mengedepankan kualitas gizi, keamanan pangan, transparansi, dan tata kelola yang baik.

Hingga berita ini diterbitkan, Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Bulukumba yang telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi terkait sorotan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup