Iklan Promosi Sulawesi

Lebih Banyak Tulang daripada Isi, Menu Ayam MBG di SMA Negeri 7 Bulukumba Disorot Aktivis Asatu

Adi
Siswa SMA Negeri 7 Bulukumba Keluhkan Menu MBG Yang Lebih Banyak Tulang Daripada Isinya

Bulukumba – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba kembali menjadi sorotan setelah salah seorang siswa SMA Negeri 7 Bulukumba mengeluhkan menu ayam yang disajikan. Siswa tersebut menilai potongan ayam yang mereka terima lebih didominasi tulang dibandingkan daging, sehingga dinilai tidak sesuai dengan tujuan program pemenuhan gizi bagi peserta didik. 25/07/2026

Sebagaimana diketahui, daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, kualitas dan porsi menu yang disajikan dalam program MBG menjadi perhatian berbagai pihak.

Keluhan siswa tersebut mendapat tanggapan dari Aktivis Asatu M. Rijal. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait, khususnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan tenaga ahli gizi yang bertugas menyusun serta mengawasi standar menu MBG.

M. Rijal mempertanyakan sejauh mana pengawasan yang dilakukan terhadap menu yang disajikan kepada siswa. Ia juga menduga menu MBG untuk SMA Negeri 7 Bulukumba berasal dari dapur SPPG Gantarang Polewali 01, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

“Apabila benar berasal dari dapur tersebut, maka ini menambah daftar persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Sebelumnya dapur itu juga beberapa kali menjadi sorotan publik, mulai dari dugaan lokasi dapur yang berada satu atap dengan bangunan burung walet, kedekatannya dengan tempat pembuangan sampah, hingga persoalan pemberhentian relawan yang masih dipersoalkan oleh sejumlah mantan relawan,” ujar M. Rijal.

Menurutnya, berbagai persoalan yang terus muncul menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola operasional dapur penyedia MBG tersebut. M. Rijal juga mempertanyakan peran Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Kabupaten Bulukumba dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Bulukumba yang dihubungi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan terkait keluhan siswa maupun pertanyaan yang disampaikan Aktivis Asatu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup