Iklan Promosi Sulawesi

Menu Pisang Dinilai Minimalis, Aktivis Asatu Soroti Dapur SPPG Gantarang Polewali 01

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba Kembali Menjadi Sorotan Dugaan Menu Minimalis

BULUKUMBA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba kembali mendapat sorotan. Kali ini, Aktivis Asatu, M. Rijal, mempertanyakan kualitas salah satu komponen menu berupa buah pisang yang dinilai relatif kecil dan diduga disalurkan oleh dapur SPPG Gantarang Polewali 01 kepada salah satu sekolah di Kecamatan Gantarang. 17/08/2026

Sorotan tersebut mencuat setelah adanya temuan menu MBG di SMAN 7 Bulukumba pada Jumat (14/8/2026). Dalam temuan tersebut, terlihat sejumlah komponen makanan yang terdiri dari nasi, lauk, sayuran, serta buah pisang yang tampak berukuran relatif kecil.

M. Rijal menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dan bahan evaluasi bagi pihak terkait, khususnya dalam memastikan seluruh komponen makanan yang diberikan kepada siswa benar-benar memenuhi ketentuan dan tujuan program MBG.

Menurutnya, buah merupakan salah satu bagian dari menu makanan yang diberikan kepada siswa sehingga kualitas, kesesuaian porsi, serta kandungan gizinya perlu menjadi perhatian dalam proses penyediaan makanan.

“Menu MBG seharusnya tidak hanya sekadar tersalurkan, tetapi juga harus memperhatikan kualitas, kecukupan, serta standar gizi dari setiap komponennya,” ujar M. Rijal, Senin (17/8/2026).

Meski demikian, Rijal mengakui bahwa ukuran buah yang terlihat relatif kecil tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan bahwa menu tersebut tidak memenuhi standar gizi.

Namun, ia menilai temuan tersebut tetap layak diperiksa dan dievaluasi oleh pihak yang memiliki kewenangan. Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada siswa telah sesuai dengan standar yang berlaku.

Soroti Pengawasan SPPG

Selain menyoroti komponen buah, M. Rijal juga mempertanyakan mekanisme pengawasan terhadap dapur SPPG yang diduga menyalurkan makanan tersebut.

Ia menilai pengawasan menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan program MBG karena program tersebut menyangkut kebutuhan makanan bagi siswa sebagai penerima manfaat.

Menurut Rijal, setiap komponen makanan yang disalurkan perlu mendapatkan pengawasan mulai dari proses perencanaan menu, pengadaan bahan makanan, pengolahan, pengemasan hingga pendistribusian ke sekolah.

Ia juga mempertanyakan apakah berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG di Kabupaten Bulukumba selama ini telah menjadi bahan evaluasi oleh Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Bulukumba.

“Kalau memang ada persoalan yang berulang dalam penyaluran MBG, jangan sampai dibiarkan begitu saja. Harus ada evaluasi dan pengawasan yang jelas agar kejadian serupa tidak terus terjadi,” tegasnya.

Rijal berharap pengelola SPPG bersama Korwil MBG Kabupaten Bulukumba dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh, bukan hanya terhadap menu yang menjadi sorotan, tetapi juga terhadap proses penyediaan, pengemasan hingga pendistribusian makanan kepada siswa.

Minta BGN Turun Tangan

M. Rijal juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bulukumba.

Menurutnya, keterlibatan BGN diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program di tingkat daerah berjalan sesuai standar serta tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia juga menilai kinerja Korwil MBG di Kabupaten Bulukumba perlu mendapat evaluasi, terutama apabila terdapat sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program yang perlu ditindaklanjuti.

“Harapan kami, BGN dapat mengambil tindakan tegas di Kabupaten Bulukumba karena Korwil MBG Bulukumba dinilai kurang responsif. Jangan sampai persoalan yang sama terus berulang,” katanya.

Rijal menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan bertujuan untuk menghambat pelaksanaan program MBG. Menurutnya, kritik tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol masyarakat terhadap program pemerintah.

Ia berharap seluruh masukan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

“Tujuan kami bukan untuk menghambat program MBG. Justru kami ingin program ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi siswa,” ujarnya.

Program MBG diharapkan tidak hanya memastikan makanan sampai kepada siswa, tetapi juga memperhatikan kualitas makanan, keamanan pangan, kecukupan porsi serta nilai gizi dari setiap menu yang diberikan.

Dengan adanya sorotan tersebut, pihak pengelola SPPG, Korwil MBG Bulukumba maupun BGN diharapkan dapat memberikan penjelasan dan melakukan evaluasi terhadap menu yang menjadi perhatian masyarakat.

Evaluasi tersebut dinilai penting agar pelaksanaan program MBG di Kabupaten Bulukumba dapat berjalan secara transparan, sesuai standar, serta benar-benar memberikan manfaat bagi para siswa sebagai penerima program.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup