Iklan Promosi Sulawesi

Dugaan Monopoli Suplier MBG, Aktivis Asatu Mendesak BGN Audit Dapur di Bulukumba

Diduga Ada Oknum SPPG maupun Mitra penyelenggara turut berperan sebagai suplayer bahan pangan untuk dapur MBG di Kabupaten Bulukumba

Bulukumba – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bulukumba kembali menjadi sorotan. Kali ini, Aktivis Asatu, M. Rijal, menduga adanya praktik monopoli dalam penyediaan bahan baku di sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).  04/07/2026

Menurut M. Rijal, terdapat dugaan bahwa oknum dari SPPG maupun Mitra penyelenggara turut berperan sebagai suplayer bahan pangan untuk dapur MBG di Kabupaten Bulukumba. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan menghambat keterlibatan pelaku usaha lokal.

“Kami menduga ada praktik monopoli suplayer dalam penyediaan bahan pangan di dapur MBG Kabupaten Bulukumba. Jika benar, hal ini bertentangan dengan semangat pemberdayaan UMKM dan pelaku usaha lokal yang seharusnya menjadi bagian dari program MBG,” ujar M. Rijal.

Atas dugaan tersebut, Aktivis Asatu mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh dapur MBG yang beroperasi di Kabupaten Bulukumba. Audit dinilai penting untuk memastikan tata kelola program berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari konflik kepentingan.

M. Rijal juga meminta BGN menelusuri proses pengadaan bahan pangan, mulai dari penunjukan suplayer hingga mekanisme distribusi, guna memastikan tidak ada pihak yang memperoleh keuntungan secara tidak wajar.

Sorotan terhadap tata kelola suplayer dalam Program MBG sebelumnya juga pernah muncul di sejumlah daerah lain. BGN bahkan telah melakukan evaluasi terhadap beberapa dapur SPPG yang diduga tidak memenuhi standar tata kelola, termasuk terkait indikasi monopoli pemasok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup